Will today be raining?

a tale of rain drop


3 Comments

[Cerpen] Cappucino

Cappucino


Rain Walking 07

Aku berharap aku dapat bertemu lagi dengannya… suatu hari nanti…

Sore itu aku sedang berada di sebuah kafe. Aku duduk di sudut ruangan sambil menghirup secangkir kopi cappuccino hangat. Bau cappuccino yang lembut memenuhi udara di sekitarku. Udara hari itu memang dingin, musim hujan, pertengahan desember. Sebentar lagi natal, orang – orang sibuk berlari kian kemari di tengah rintik – rintik hujan tanpa mempedulikan titik – titik air yang menimpa mereka. Kendaraan tetap berseliweran di jalan raya menerpa dinginnya hujan, sesekali kudengar bunyi klakson dari kendaraan di kejauhan.

Aku memandang pada laptop yang terbuka di hadapanku. Sambil sesekali menghirup aroma kopi cappucino dari cangkir, aku memandang ke arah jalan raya dari jendela kafe. Rintik – rintik hujan membasahi kaca dihadapanku, sesekali membuat embun di kaca yang segera menghilang oleh kehangatan ruangan. Semuanya itu membawa lamunanku jauh ke masa lalu.

Aku masih ingat masa – masa sekolahku dulu. Hari pertama aku bertemu dengan dirinya. Seakan tidak percaya pada apa yang kulihat, aku tidak dapat melepaskan pandanganku darinya. Sejak hari itu aku tidak dapat berhenti memikirkannya. Malamku dipenuhi oleh kegelisahan. Tidurku ditemani oleh mimpi akan dirinya. Aku selalu tidak sabar menunggu pagi untuk segera bertemu dengannya.

Setiap melihat dirinya aku selalu merasa resah, gelisah akan hal yang tidak kumengerti. Aku berusaha untuk mencari tahu tentang dirinya, hanya untuk menemukan bahwa dia adalah seorang yang pintar, cantik, kaya, dipuja banyak orang, satu kata : sempurna. Semuanya itu menghancurkan diriku karena aku hanyalah seorang yang payah, lemah, miskin, bodoh, pecundang. Aku hanya merupakan bahan olok – olok di kelasku. Apakah semua ini hanya akan menjadi mimpi indah sesaat bagiku?

Tidak! Aku bertekad untuk tidak menyerah. Aku harus berubah, untuk dirinya, untuk diriku sendiri. Aku pun berusaha mati – matian. Aku berusaha seakan – akan hari esok tidak akan ada lagi. Aku belajar, merubah penampilan, dan merubah diriku untuk menjadi seseorang yang lebih baik, seseorang yang lebih pantas bagi dirinya. Akan tetapi waktu berkata lain, waktuku tidak cukup. Aku harus pergi meski aku belum sempurna. Aku harus berhenti meski aku belum mencapai tujuanku. Aku hanya dapat melihat dirinya dari jauh, terakhir sebelum aku pergi. Aku hanya dapat bungkam tanpa dapat berkata apa – apa. Menangis di dalam hatiku, tanpa ada seorang pun yang tahu.

Beberapa tahun telah berlalu semenjak saat itu. Aku sudah menjadi jauh lebih baik saat ini meski masih jauh dari sempurna. Akan tetapi semuanya sudah menjadi percuma, aku sudah tidak dapat bertemu dengan dirinya. Aku sudah tidak pernah bertemu dengan dirinya. Bunyi pintu berdenyit menyadarkanku dari lamunan. Seorang wanita yang terlihat seperti dirinya memasuki ruangan. Aku tersentak dari lamunanku. Kuperhatikan wanita yang baru masuk itu dengan seksama. Aku pun tersenyum, wanita itu bukanlah dia. Tidak mungkin dia, dia telah jauh disana, di tempat yang tidak pernah kuketahui.

Aku kembali melemparkan pandanganku ke arah orang – orang yang sibuk di jalan. Kendaraan berlalu lalang tanpa henti. Berbagai ragam warna payung menghiasi jalan hari itu, di tengah hujan yang turun semakin deras. Aku mengambil cangkir kopi dari samping laptopku dan menghirup isinya. Aroma kopi cappucino memenuhi relung hidungku dan menenangkan pikiranku. Tidak berapa lama jari – jariku pun kembali bermain di atas laptop-ku, melanjutkan cerita pendek yang sedang kubuat.

Rain Walking 05


Leave a comment

[Spoiler] Agatha Christie – The Man in the Brown Suit

The Man in the Brown Suit

9780312979485

date published : 22 August 1924

author : Agatha Christie

mystery : 9.2/10

romance : 5.6/10

action : 7.2/10

thrill : 6.7/10

overall : 8.6/10

Ini adalah sebuah novel misteri karangan Agatha Christie. Tokoh utama dalam novel ini adalah seorang wanita muda bernama Anne Beddingfield dan seorang tokoh politik bernama Sir Eustache Pedler. Anda akan mengikuti jalan cerita melalui sudut pandang kedua orang ini.

Anne Beddingfield

Anne Beddingfield adalah seorang wanita dengan jiwa petualang yang tinggi. Ia adalah tokoh utama wanita dalam cerita ini. Ia suka untuk mencari tahu hal – hal yang membuatnya penasaran dan tidak kenal takut akan apapun. Ia adalah anak dari seorang profesor ternama dalam bidang arkeologi. Petualangan Anne dimulai ketika ayahnya meninggal dunia. Ayahnya tidak meninggalkan apapun padanya kecuali 87 Poundsterling karena harta ayahnya telah habis digunakan untuk membayar hutang. Meskipun Anne hidup dalam ketidakpastian sepeninggal ayahnya, Ia tidak gentar. Anne malah merasa bersemangat karena ini adalah kebebasan yang telah lama diimpikannya.

Anne digambarkan sebagai seorang gadis muda yang cantik dan sikapnya yang penuh semangat dan tak kenal takut membuat beberapa tokoh pria dalam novel ini jatuh cinta pada dirinya. Di akhir cerita ia malah jatuh cinta pada pria yang pertama sekali dianggap sebagai pembunuh olehnya, yaitu sang tokoh utama pria, pria bersetelan coklat.

Sir Eustache Pedler

Sir Eustache Pedler adalah seorang tokoh politik yang memiliki cukup pengaruh di dalam cerita ini. Di dalam novel ini Ia diceritakan sebagai seorang yang jenaka dan tidak pernah melakukan segala sesuatu dengan serius. Ia adalah seseorang yang mencari kenyamanan dan ketenangan dalam hidupnya dibandingkan dengan kekayaan dan kemasyhuran. Dalam novel ini, Sir Eustache Pedler dikisahkan sedang membuat sebuah buku harian yang hendak dipublikasikannya. Buku tersebut merupakan biografi mengenai dirinya dan orang – orang yang pernah ditemuinya. Anda mengikuti cerita ini melalui cerita yang ditulisnya di dalam buku tersebut.

Pada akhir cerita, Sir Eustache Pedler akan diketahui sebagai tokoh antagonis. Sir Eustache Pedler ternyata adalah “sang kolonel”, antagonis utama di dalam cerita. Ia adalah seorang brilian, otak utama dalam banyak kejahatan yang terjadi di masa itu, seperti : peperangan, penjualan ilegal, dan sebagainya.

Meskipun ia adalah tokoh antagonis dalam cerita ini, tetapi ia adalah tokoh kesukaanku dalam novel karangan Agatha Christie ini. Saya berhasil mengetahui keanehan dalam cerita ketika menyadari cara pembawaan cerita yang dilakukan oleh Agatha Christie melalui 2 sudut pandang. Saya mulai bertanya – tanya pada pertengahan cerita, mengapa harus melalui sudut pandang 2 orang ini? Pastilah salah satunya hanya bermaksud untuk mengelabui pembaca, untuk seakan – akan membenarkan cerita dari tokoh yang satu lagi tetapi sebenarnya adalah palsu. Bermula dari sana aku mulai mencurigai Sir Eustache Pedler sebagai tokoh antagonis utama dalam cerita ini, yakni Sang Kolonel!

Trivia : di dalam cerita ini ada disebutkan nama Sherlock Holmes.


Leave a comment

ITB’s Noteable Alumni

Sukarno, the first President of Indonesia
Jusuf Habibie, the third President of Indonesia
Djoko Santoso, Exploration geophysicist/geologist, current university rector
Onno Purbo, Indonesian social entrepreneur, pioneer of low cost information and communication technologies in Indonesia
Tjokorda Raka Sukawati, creator of Sosrobahu construction technique
Taufik Akbar, Indonesian astronauts
Hartono Rekso Dharsono, the first General Secretary of ASEAN
Pantur Silaban, Indonesian physicist in theory of relativity
Samaun Samadikun, Indonesian scientist dedicated to development of electronics][12]
Mangunwijaya, Indonesian architect, writer, and Catholic religious leader
Joko Anwar, Indonesian film director
Hatta Rajasa, Indonesian former minister
Josephus Ignatius Gerardus Maria Drost, Indonesian education figure
Wimar Witoelar, Indonesian public speaker; mass media columnist
Sujiwo Tejo, Indonesian writer, painter, musician
Herman Johannes, Indonesian professor, scientist and politician
Ramadhan K.H., Indonesian writer and novelist;
Bambang Hidayat, Indonesian astronomer; former vice president of International Astronomical Union
Winardi Sutantyo, Indonesian astrophysician Supernova Explosions in Close Binary System
Karsani Aulia, Indonesian Senior Geologist (resource: Karsani’s Profile; notable petroleum expert and representing Indonesia in the United Nations Fourteenth Session of the Commission on Sustainable Development (CSD-14), 1-12 May 2006 | United Nations Headquarters, New York. Resource: CSD-14
Wiranto Arismunandar, former Indonesian minister of education in 1998, one of the first native Indonesian professor in Mechanical Engineering.
Karno Barkah, Indonesian aviation pioneer, recipient of the French Légion d’honneur, former President Director of the Soekarno-Hatta International Airport.
Purnomo Yusgiantoro, Minister of Energy and Mineral Resources
Purwa Caraka, Indonesian famous music composer. He is one of the best Indonesian music composer.
Kusmayanto Kadiman, current Minister of Research and Technology of Indonesia
Betti Alisjahbana, Indonesian businesswoman, former CEO of IBM Indonesia.
Helman Sitohang, Co-Head of Credit Suisse Asia Pacific Investment Banking Division


5 Comments

One Piece Rule! – Highest Selling Manga

Best Manga in Histories


one-piece-episodes

 

One Piece (ワンピース, Wan Pīsu?, stylized as ONE PIECE in Japan) is a long-running shōnen manga series written and illustrated by Eiichiro Oda, that has been serialized in Weekly Shōnen Jump since August 4, 1997. The individual chapters are being published in tankōbon volumes by Shueisha, with the first released on December 24, 1997 and the 55th volume released as of September 2009. In 2009, Shueisha announced that they sold 170 million volumes of One Piece manga so far, making it the highest selling manga in history. One Piece follows the adventures of Monkey D. Luffy, a 17-year-old boy who gained supernatural abilities by eating a magical fruit, and his ragtag crew of heroic pirates, named the Straw Hats. Luffy’s greatest ambition is to obtain the world’s ultimate treasure, One Piece, and thereby become the next King of the Pirates.

One Piece is licensed for an English language release in North America by Viz Media. The individual chapters are being serialized in Viz’s Shonen Jump manga anthology and being published in tankōbon volumes. In the United Kingdom, the series was being released by Gollancz Manga, it is now released by Viz Media along with all of their other manga previously released by Gollancz Manga. Madman Entertainment is releasing the series in Australia and New Zealand.

The series was adapted into an original video animation (OVA) produced in 1998 by Production I.G. It was later adapted into a full anime series by Toei Animation that premiered in Japan on Fuji Television on October 20, 1999. Since then, the still ongoing series has aired more than four hundred episodes. The anime series was licensed for a heavily edited English dubbed broadcast in North America by 4Kids Entertainment. It has since been licensed for a full Region 1 DVD release and broadcast by Funimation Entertainment in its original and uncut form. In addition to the anime series and OVA, One Piece has been adapted into nine feature films by Toei and multiple video games based on the series have been released.

source : wikipedia


12 Comments

Footprints

Footprints in the Sand


Footprints


One night I dreamed I was walking along the beach with the Lord.

Many scenes from my life flashed across the sky.

In each scene I noticed footprints in the sand.

Sometimes there were two sets of footprints,

other times there were one set of footprints.

This bothered me because I noticed

that during the low periods of my life,

when I was suffering from

anguish, sorrow or defeat,

I could see only one set of footprints.

So I said to the Lord,

“You promised me Lord,

that if I followed you,

you would walk with me always.

But I have noticed that during

the most trying periods of my life

there have only been one

set of footprints in the sand.

Why, when I needed you most,

you have not been there for me?”

The Lord replied,

“The times when you have

seen only one set of footprints in the sand,

is when I carried you.”

Mary Stevenson

———————————————————————————————————

I found this poem when I was 10 years old. When I read it, I began to cry. I said unto the Lord : “If it is, please stay by my side till the end of my life. Prove to me that you are there and I can live this life on.” Since the day, this poem had became my courage to move forward in this cruel life. I have no one to hold on except my God.

Thank you Mary Stevenson for reminding me of His Greatness!


Leave a comment

Jay Chou Jie Lun – Qian Li Zhi Wai

千里之外 | Qian Li Zhi Wai | Faraway

曲:周杰倫
Qu : Zhou Jie Lun
Music: Jay Chou

詞:方文山
Ci: Fang Wen Shan
Lyrics: Vincent Fang

屋簷如懸崖* 風鈴如滄海 我等燕歸來
Wu yan ru xuan yai* / feng ling ru cang hai / wo deng yan gui lai
The roof is like a cliff, wind chimes like the ocean, and I am waiting for the swallow to return

時間被安排 演一場意外 你悄然走開
Shi jian bei an pai / yan yi chang yi wai / ni qiao ran zou kai
Time is scheduled to act out the accident of you leaving quietly

故事在城外 濃霧散不開 看不清對白
Gu shi zai cheng wai / nong wu shan bu kai / kan bu qing dui bai
The story occurred outside the city [where] there were thick fogs. [I] can’t see the dialogue clearly

你聽不出來 風聲不存在 是我在感慨
Ni ting bu chu lai / feng sheng bu cun zai / shi wo zai gan kai
You can’t hear that, the sound of the wind never existed, it was the sound of me sighing

夢醒來 是誰在窗臺 把結局打開
Meng xing lai / shi shui zai chuang tai / ba jie ju da kai
Awakened [from my] dream, who stood by the window sill and opened the ending

那薄如蟬翼的未來 經不起誰來拆
Na bo ru chan yi de wei lai / jing bu qi shui lai zhe
The future is as thin as the cicada’s wing and can’t withstand being torn by anyone

Chorus:

我送你離開 千里之外 你無聲黑白
Wo song ni li kai / qian li zhi wai / ni wu sheng hei bai
I send you off to a thousand miles away, you are silent, black and white

沈默年代 或許不該 太遙遠的相愛
Chen mo nian dai / huo xu bu gai / tai yao yuan de xiang ai
Perhaps a love so far apart shouldn’t exist in this silent era

我送你離開 天涯之外 你是否還在
Wo song ni li kai / tian yai* zhi wai / ni shi fou hai zai
I send you away beyond the end of Earth, are you still there?

琴聲何來 生死難猜 用一生 去等待
Qing sheng he lai / sheng si nan cai / yong yi sheng / qu deng dai
Where is the zither** sound coming from? It’s hard to predict life and death. [I will] use [my] whole life to wait

Verse 2:

聞淚聲入林 尋梨花白 只得一行 青苔
Wen lei sheng ru ling / xun li hua bai / zhi de yi hang / qing tai
I enter the woods upon hearing the sound of crying, [I] search for a white flower, but only get a row of moss

天在山之外 雨落花台 我兩鬢斑白
Tian zai shan zhi wai / yu luo hua tai / wo liang xu ban bai
The sky is far away from the mountain, the rain falls on the flower garden, my hair has become white

聞淚聲入林 尋梨花白 只得一行 青苔
Wen lei sheng ru ling / xun li hua bai / zhi de yi hang / qing tai
I enter the woods upon hearing the sound of tears. [I] search for a white pear flower, but only get a row of moss

天在山之外 雨落花台 我等你來
Tian zai shan zhi wai / yu luo hua tai / wo deng ni lai
The sky is far away from the mountain. The rain falls on the flower garden. I wait for you to come.

一身琉璃白 透明著塵埃 你無瑕的愛
Yi shen liu li bai / tou ming zhe chen ai / ni wu xia de ai
Wearing clothes of white glossy sheen, the transparency shows dust and your flawless love

你從雨中來 詩化了悲哀 我淋濕現在
Ni chong yu zhong lai / shi hua le bei ai / wo lin shi xian zai
You come from the rain and transform sorrow into a poem and I am now wet

芙蓉水面采 船行影猶在 你卻不回來
Fu rong shui mian cai / chuan xing ying you zai / ni que bu hui lai
A lotus floats on the water, it seems as if the shadows of the boat sails are still there, but you still won’t return

被歲月覆蓋 你說的花開 過去成空白
Bei sui yue fu gai / ni shuo de hua kai / guo qu cheng kong bai
Covered by time, the flower that you said would blossom has become emptiness in the past

夢醒來 是誰在窗臺 把結局打開
Meng xing lai / shi shui zai chuang tai / ba jie ju da kai
Awakened [from my] dream, who stood by the window sill and opened the ending

那薄如蟬翼的未來 經不起誰來拆
Na bo ru chan yi de wei lai / jing bu qi shui lai zhe
The future is as thin as the cicada’s wing and can’t withstand being torn by anyone

Chorus:

我送你離開 千里之外 你無聲黑白
Wo song ni li kai / qian li zhi wai / ni wu sheng hei bai
I send you off to athousand miles away, you are silent and black and white

沈默年代 或許不該 太遙遠的相愛
Chen mo nian dai / huo xu bu gai / tai yao yuan de xiang ai
Perhaps a love so far apart shouldn’t exist in this silent era

我送你離開 天涯之外 你是否還在
Wo song ni li kai / tian yai* zhi wai / ni shi fou hai zai
I send you away beyond the end of Earth, are you still there?

琴聲何來 生死難猜 用一生 去等待
Qin sheng he lai / sheng si nan cai / yong yi sheng / qu deng dai
Where is the zither** sound coming from? It’s hard to predict life and death. [I will] use [my] whole life to wait

Translation notes:
*崖 is romanized as yai, but it is pronounced more as ya
**Even though “琴 (qin)“is a generic term for many string instruments, “zither” will be most accurate for this context as the song is set in olden days China (as in the MV).


Leave a comment

Jay Chou Jie Lun – Qing Hua Ci

青花瓷 |Qing Hua Ci| Blue and White Porcelain

曲:- 周杰倫
Qu:- Zhou Jie Lun
Music:- Jay Chou

詞:- 方文山
Ci:- Fang Wen Shan
Lyrics:- Vincent Fang

素胚勾勒出青花筆鋒濃轉淡
su pei gou le chu qing hua bi feng nong zhuan dan
The brush outlines a beautiful pattern, brush strokes becoming lighter

瓶身描繪的牡丹一如妳初妝
ping shen miao hui de mu dan yi ru ni chu zhuang
The peony on the bottle, simplest beauty, just like you

冉冉檀香透過窗心事我了然
ran ran tan xiang tou gou chuang xin shi wo liao ran
Whiffs of incense smoke bring your troubles to my heart

宣紙上走筆至此擱一半
xuan zhi shang zou bi zhi ci ge yi ban
I pause halfway while painting

釉色渲染仕女圖韻味被私藏
you se xuan ran shi nv tu yun wei bei si cang
The glazing of the lady’s portrait hides her charm

而妳嫣然的一笑如含苞待放
er ni yan ran de yi xiao ru han bao dai fang
Your smile, to me, like a budding flower

妳的美一縷飄散 去到我去不了的地方
ni de mei yi lv piao san / qu dao wo qu bu liao de di fang
But your beauty dissipates like smoke, to a place I can never reach

#天青色等煙雨 而我在等妳 (1)
tian qing se deng yan yu / er wo zai deng ni
The perfect shade of blue awaits the right weather, like how I wait for you

炊煙裊裊昇起 隔江千萬里
chui yan niao niao sheng qi / ge jiang qian wan li
From a thousand miles away, I gaze at the curling chimney smoke

在瓶底書漢隸仿前朝的飄逸
zai ping di shu han li fang qian zhao de piao yi
The calligraphy beneath the bottle, elegance of the Han Dynasty

就當我為遇見妳伏筆
jiu dang wo wei yu jian ni fu bi
Our meeting I foreshadowed

*天青色等煙雨 而我在等妳 (1)
tian qing se deng yan yu / er wo zai deng ni
The perfect shade of blue awaits the right weather, like how I wait for you

月色被打撈起 暈開了結局
yue se bei da lao qi / yun kai liao jie ju
The moonlight smudged away the remnants of our ending

如傳世的青花瓷自顧自美麗 妳眼帶笑意
ru zhuan shi de qing hua ci zi gu zi mei li / ni yan dai xiao yi
Like legendary porcelain obsessed with itself, your eyes full of laughter

色白花青的錦鯉躍然於碗底
se bai hua qing de jin li yue ran yu wan di
Those blue carp seem to come alive on the white bowl

臨摹宋體落款時卻惦記著妳 (2)
lin mo song ti luo kan shi que dian ji zhe ni
While I am imitating the Song inscription I’m thinking of you

妳隱藏在窯燒裡千年的秘密
ni yin cang zai yao shao li qian nian de mi mi
The eon of secrets you buried in the kiln

極細膩猶如繡花針落地
ji xi ni you ru xiu hua zhen luo di
It’s exquisiteness like an embroidery needle

簾外芭蕉惹驟雨門環惹銅綠 (3)
lian wai ba jiao re zhou yu men huan re tong lv
The banana tree outside brought the sudden downpour, and in turn the copper rust on the door handle

而我路過那江南小鎮惹了妳 (3)
er wo lu guo na jiang nan xiao zhen re le ni
My passing by Jiangnan brings me to you

在潑墨山水畫(4) 裡 妳從墨色深處被隱去(5)
zai po mo shan shui hua li / ni cong mo se shen chu bei yin qu
Yet you fade away into the deep abyss of the Chinese painting