Will today be raining?

a tale of rain drop

Teknologi “Kemirisan” Informasi

Leave a comment

Saya masih ingat beberapa belas tahun lalu kalau ditanya, mau kuliah apa? Jawaban saya adalah “IT / Teknik Informatika” (kalau “TI” suka ketukar sama “Teknik Industri”). Yang lucunya pada saat itu adalah, banyak orang yang ketika mendengar kata “IT” yang terngiang-ngiang adalah “Internet”. Ya, Internet atau Interconnected network (bukan indomie-telor-kornet ya!).

Kalau sudah ngomongin internet pun, pada jaman itu hanya sebatas yahoo dan google, atau lebih parah tempat main game! Kalau ngomongin teknologi di urusan kerjaan, paling banter yang dibilang adalah: “oh, yang komputer-komputer itu ya?”. Miris, tapi itu adalah kenyataan yang dihadapi masyarakat Indonesia saat diajak ngobrol tentang teknologi di jaman itu.

Di jaman ini, saat teknologi sudah semakin modern, dan orang-orang semakin akrab dengan teknologi, paradigma tentang teknologi itu pun berangsur-angsur berubah. Sayangnya, perubahannya belum sebesar yang diharapkan. Lagi-lagi, kita masih sering mengaitkan teknologi dengan “perangkat elektronik” dan semua hal yang berkaitan dengannya. Mulai dari komputer, notebook, smartphone, printer, router, mesin fax, mesin fotokopi, TV, gamebox, sampai berbagai jenis software yang ada di dalamnya. Seakan-akan anak “IT” ya harus paham (bisa memakai dan membuat atau setidaknya memperbaiki) semua itu!

Jangan heran, kalau sudah lulusan “IT” kamu akan diminta untuk memperbaiki “TV” yang rusak, atau dianggap jago banget desain pakai software photoshop atau autocad. Coding dianggap semudah menulis laporan pertanggungjawaban (tinggal nurunin isi otak ke layar komputer, ya ga salah juga sih!). Design dan testing software dianggap ga penting dan bisa dikerjakan belakangan, yang penting fungsi programnya jalan dulu. Apalagi kalau sudah ngomongin “keamanan informasi”, makanan apa tuh? “Kamu mau password saya? Nih, saya kasih”, adalah respon kebanyakan orang disini.

Itu baru ngomongin kata teknologi dari Teknologi Informasi. Belum ngomongin bagian “Informasi”-nya! Jangan ngomongin yang aneh-aneh sampai business analytics dulu deh kalau make formula di excel aja masih banyak yang bingung! Dan jangan nyalahin formula excel karena hasilnya salah, kalo disuruh hitung manual saja pun masih nyalahin merek kalkulator saat hasilnya beda!

Miris, tapi inilah kenyataan yang harus kita akui dan sedang kita hadapi saat ini. Apakah fokus kita saat ini masih berkutat di “literasi teknologi” semata, atau sudah mulai mengarah pada “literasi informasi”?

Literasi teknologi mengalami perluasan makna, dimana awalnya literasi teknologi dianggap sebagai kemampuan memanfaatkan word processor dan spreadsheet, hingga saat ini adalah kemampuan memanfaatkan tools untuk mengumpulkan dan mengolah data/informasi menjadi informasi yang “lebih” bermakna.

Literasi informasi sendiri baru berkembang sekitar tahun 2000-an dan diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan memanfaatkan data/informasi yang ada untuk menjadi informasi yang “lebih” bermakna bagi para pemangku kepentingan (stakeholders).

Saat ini dunia kerja dipenuhi oleh Generasi Y dan sebentar lagi Generasi Z yang katanya sih kelasnya sudah bukan sekedar “Digital Immigrants” melainkan sudah “Digital Natives” dan “Technoholics”! Mereka-mereka (atau kami-kami) yang katanya akrab banget tentang teknologi, tidurnya aja ditemenin hape! Tapi kalau ngomongin literasi informasi? hasilnya belum tentu sekeren saat ngomongin teknologi.

Kenapa? saya sendiri berada dalam generasi ini, jadi ngerasain banget yang namanya “instant thinking”, semua maunya instant. Gimana ga begitu, kalau saat kami tumbuh berbarengan dengan instantisme. kalau dulu waktu kecil yang namanya instant itu hanya “mie instant”, sekarang kentang, bubur, dan nasi pun sudah ada instant-nya! kalau dulu yang namanya komunikasi instant itu mahal (karena masih pakai landline dan telegram), sekarang dengan adanya internet berkirim pesan dan ngobrol semudah satu sentuhan jari saja (one touch away! kita bahkan sudah tidak merasakan sensasi menekan tombol lagi di smartphone kita!). Dan yang lebih enak lagi, kalau dulu mencari jawaban pe-er paling instant itu artinya belajar sama yang lebih pintar, sekarang tinggal tanya sama “om google” dan “tante wiki”!

“Instant thinking” itu mengurangi kemampuan kita untuk berpikir kritis (critical thinking), kita jadi malas untuk berpikir. “Kenapa begitu?”, “mengapa harus begini?”, kita sudah tidak perlu berpikir lagi jawaban-jawaban untuk pertanyaan tersebut. Karena semua pertanyaan tinggal one touch away sudah tersedia. Kita tidak perlu tahu apakah ini dan itu benar, pokoknya selama ada di internet (banyak yang bilang itu benar) maka sudah pasti benar!

Padahal kemampuan berpikir kritis itu diperlukan untuk memiliki literasi informasi yang baik. Apalagi katanya kita lagi menuju suatu masa yang disebut sebagai age of wisdom, dimana kita akan memahami keterkaitan antar data, informasi, prinsip-prinsip, sejarah, sosial, budaya, dan hal-hal lain untuk membentuk kebijaksanaan (bentuk pengetahuan yang lebih tinggi). Yah, alih-alih ngomongin soal itu, gimana kita mau punya kemampuan literasi informasi (pemahaman informasi) yang baik kalau seandainya kita masih percaya hoax di internet?

Miris? tapi inilah realita kita, sebuah kelemahan yang harus kita akui bersama supaya dapat kita perbaiki – karena kita hanya dapat menyembuhkan penyakit yang kita akui kita miliki!

“No Problem is our biggest problem!”

Jadi, apakah teknologi informasi itu hanya ngomongin teknologi saja dan tidak ngomongin informasinya? Padahal teknologi itu hanya alatnya dan informasi itu lah yang bermakna..

Author: Rain Drop

I keep walking the paveway Look up to the gray sky A drop of rain fall on my nose Will today be raining?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s