Will today be raining?

a tale of rain drop

Jokowi : “Segelas Air di Gurun”

Leave a comment

Sejujurnya, aku bukanlah seorang pengamat politik.

Namun sebagai seorang pendatang yang telah mendiami kota ini selama kurang lebih 3 tahun, tergelitik juga untuk sedikit menulis mengenai pengalamanku di kota ini dan sesosok figur yang ternyata baru kusadari ramai dibicarakan dimana-mana.

Sudah hampir setahun lamanya joko “jokowi” widodo menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pertanyaan kepadaku sebagai seorang warga negara dan penduduk pendatang, yang apatis, di kota DKI jakarta ini sebenarnya adalah : “Apa sih yang sudah kurasakan dari menjabatnya sosok itu menjadi Gubernur DKI Jakarta”?

Sejujurnya, meski berat, aku harus mengatakan : “Tak Banyak” (dan pasti ada banyak suara yang mengajukan ketidaksetujuan padaku). Tapi tunggu dulu, sebelumnya sudah kukatakan, aku hanyalah seorang apatis, bukan pula seorang pengamat politik, toh kegiatan sehari-hariku juga tak banyak. Sejujurnya, aku tak banyak merasakan perubahan dan “tetekbengek” administrasi pemerintahan pun memang “tak banyak” kulakoni dan kunikmati. Jadi sebenarya opiniku mengatakan “tak banyak” itu tidak valid sama sekali. Dia memang sudah berbuat banyak, dan pasti banyak pula orang yang merasakan nikmatnya, aku? aku hanya seorang apatis, tak perlu lah diperhitungkan. hehehe.

Namun bukan itu yang hendak kutuliskan disini, biarlah penggalan paragraf diatas hanya menjadi intermezzo saja.

Aku tertarik menulis tulisan ini terkait dengan adanya isu yang hendak menjadikan Jokowi menjadi Presiden RI di periode 2014 – 2019.

Sebagian orang setuju, sebagian lagi tidak. Beberapa survey yang dilakukan oleh badan survey menunjukkan tingkat popularitas jokowi sebagai presiden adalah yang tertinggi. Namun kebanyakan orang (dan termasuk orang-orang disekitarku yang mungkin lebih tidak apatis daripada diriku), berpendapat lebih baik “Jokowi” tetap menjadi Gubernur DKI Jakarta terlebih dahulu hingga masa jabatannya selesai barulah mencalonkan diri menjadi presiden. Pertanyaannya, Jika Jokowi “benar-benar” terlanjur maju menjadi calon presiden, bagaimana? Selama tidak ada tokoh lain yang lebih fenomenal atau setidaknya mendekati fenomena beliau, rata-rata menjawab: tetap akan memilih Jokowi meski dengan berat hati.

Intermezzo

Siapa sih tokoh lain yang mungkin dipilih untuk menjadi calon presiden selain jokowi tahun 2014 nanti?

Berikut listnya:

Prabowo – mohon maaf untuk beliau, sejujurnya saya sendiri tak pernah mendengar terlalu banyak “track record” beliau. Kebanyakan yang saya dengar hanyalah kulit-kulit luar dari (bahasa halusnya: “pencitraannya”) saja. Tapi barangkali saya salah? Mohon bantuan untuk dicerahkan mengenai kemampuan beliau untuk menjadi pemimpin (leader), pengatur (administrator), dan pengelola (manager) – dengan hati yang mumpuni (red: mampu melayani rakyat – ini negara demokrasi soalnya).

Jusuf Kalla – Jusuf Kalla barangkali merupakan saingan kuat dari Jokowi, dan ada isu akan disandingkan pula untuk keduanya menjadi pasangan capres dan cawapres. Track record beliau dari “ada (beliau menjabat) dan tiada (beliau tidak menjabat)” sepanjang periode kepemimpinan pak beye saya rasa cukup dirasakan oleh rakyat indonesia. Dari track record tersebut, saya cukup yakin jika beliau maju, meskipun terpisah dari Jokowi, kemungkinan untuk menang akan tetap ada.

Aburizal Bakrie – Kembali saya harus minta maaf, meski saya mengakui track record dari seorang Aburizal “Ical” Bakrie dalam “pengelolaan dan perpolitikan” konglomerasi Bakrie Group, serta sepak terjangnya dalam kancah dunia pemerintahan dan perpolitikan sebagai MenKoKesRa, saya tetap harus dibantu hanya untuk 1 hal: kemampuan beliau untuk menjadi pemimpin (leader) dengan hati yang mumpuni (red: bersih dan memikirkan “seluruh rakyat”). Karena entah mengapa (opini pribadi saja – penulis) saya pribadi merasa pencitraannya terlalu banyak, dan semuanya disebarkan melalui media beliau (vivanews, tvone, antv, etc). Rasa-rasanya jika memang hatinya tulus yang akan menyebarkan hal tersebut tak hanya media bakrie group saja.

Maaf pak, saya tahu kita satu almamater, dan saya masih sangat junior dibandingkan Anda. Ini hanya opini pribadi kok.🙂

Megawati – Megawati punya hati yang mumpuni untuk menjadi leader. Hanya saja, entah mengapa track recordnya yang tak terlalu terlihat, hasilnya ada, hanya kurang menyentuh sampai ke hati rakyat, barangkali kata-kata itu yang lebih tepat untuk menggambarkannya. Namun jika beliau maju menjadi presiden, saya cukup yakin ada cukup banyak orang “berhati” yang akan memilih beliau. Meski pihak intelek barangkali akan memilih untuk mencemoohnya. Tapi, saya cukup yakin beliau akan mampu untuk belajar dari pengalamannya menjabat sebagai presiden lalu dan berjuang dengan lebih baik lagi untuk indonesia ini. Hanya saja ada isu beliau akan merelakan porsi calon presiden tersebut untuk Jokowi.

Dahlan Iskan – Sosok yang menurut beberapa orang terlalu banyak melakukan “pencitraan”. Tapi menurut saya sendiri (opini pribadi), itu bukanlah masuk dalam “pencitraan” memang beliau saja yang orangnya “nyentrik”. Takpapa lah, itu hak seseorang untuk meng-aktualisasi-kan dirinya, Mengapa harus dikritik? Dari apa yang kulihat, hati, kemampuan, dan kelakuan beliau masih selaras, masih Ok-lah untuk menjadi calon presiden.

Rhoma Irama

Mahfud MD – yang ini sejujurnya saya tak bisa berkomentar banyak (malas ketik)

Hatta Rajasa– yang ini sejujurnya saya tak bisa berkomentar banyak (malas ketik)

Surya Paloh- sejujurnya, nama ini awalnya ingin kucoret, tapi kubatalkan karena aku cukup yakin masih ada orang-orang yang akan memilih beliau di luar sana. Hanya saja aku masih kecewa ketika Ormas yang didirikan beliau dan dikatakan tak akan menjadi partai politik ternyata berdiri partai politik dengan nama yang sama (yah, gw tau sih itu parpol dan ormasnya beda, tapi kan tetap saja…)

Aku tak ingin menebak-nebak apakah Jokowi akan menjadi presiden RI atau tidak, tapi lebih kepada efek: “Apakah efek seorang Jokowi menjadi presiden Indonesia?”,

Sejujurnya, cawapres yang terpilih untuk disandingkan dengan beliau akan sangat berpengaruh terhadap kinerja beliau. Aku berharap beliau akan disandingkan dengan seorang yang memiliki bukan hanya hati yang sama melainkan juga visi dan misi yang sama. Jika tidak, keduanya malah akan saling tarik menarik dan lagi-lagi rakyat yang akan jadi korban (dikecewakan).

Belakangan ketika menanyakan perihal “jokowi” kepada mesin pencari bernama google, ternyata muncul cukup banyak nama beliau disebut-sebut oleh media luar. Sebut saja beberapa diantaranya:

– meski aku mengakui beberapa tulisan itu ditulis oleh orang indonesia (yang mungkin semangat patriotisme dan kecintaan terhadap negeri ini sangat tinggi) dan menjadikan kevalidannya berkurang, tapi let’s see the bright point, doi dicintai dan terkenal.

Pertanyaannya, apakah sebenarnya “orang-orang” di luar sana memiliki pandangan yang sama terhadap beliau?

Jokowi sudah menjadi seperti segelas air di padang gurun “pemerintahan dan perpolitikan” indonesia. setelah bertahun-tahun tanpa tokoh yang sefenomenal “Gadjah mada” dan “Soekarno”, ada sedikit harapan jokowi mampu menjadi seperti mereka. Harapan itu, bagaikan segelas air bagi 230 juta rakyat Indonesia. (Semoga rakyat negara ini sadar, termasuk saya juga, bahwa segelas air itu tak akan pernah cukup untuk 230 juta orang, bahwa rakyat dari negara ini juga harus ikut andil jika ingin harapan itu terkabul dan tak hanya sekedar “berharap”).

Jika Jokowi menjadi presiden RI di periode 2014 – 2019, bagaimanakah pendapat investor asing kepada Indonesia. Akankah hal tersebut meningkatkan kepercayaan mereka untuk berinvestasi di Indonesia dan mengembangkan Indonesia?

Jika Jokowi menjadi presiden RI, seluruh sumber daya negara ini apakah mampu dikelola untuk memberikan nilai yang terbaik bagi rakyat dan investor asing?

buat yang protes kenapa harus ada investor asing disana, apa mereka ga cukup mengerok kekayaan kita dari dulu, (sebut saja: chevron dan BP- minyak, freeport – tembaga, perak, emas, platinum) ingat, kita masih butuh duit mereka untuk mengembangkan indonesia, kita masih perlu pajak dari mereka. Rakyat kita ga cukup? Nah, itu dia.. mana nih insinyur-insinyur kita? Mana nih CEO-CEO kita yang berbakat? Mana nih pakar-pakar kita? Ga munafik, sumber daya kita yang bagus banyak memilih peruntungan di luar sana. Sumber daya yang “benar-benar” ada disini masih kurang untuk mengelola seluruh sumber daya yang kita miliki, sementara penghasilan negara terlalu banyak dikorupsi dan sulit dibersihkan, kalau dibiarkan apa mau negara ini bangkrut? Dan semua itu tak bisa dibereskan dalam waktu 1 – 2 bulan Jokowi menjadi presiden (kalau jadi…), mau tak mau beliau harus berkompromi dahulu terhadap sistem yang ada sambil membenahi/merombak sistem lama menjadi sistem yang baru.

Jika Jokowi menjadi presiden RI, akankah roda perekonomian kita bergerak dengan lebih lancar, dengan lebih baik, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat kita – baik dari sisi kebutuhan primer (sandang, papan, pangan), kesehatan, pendidikan, dan yang terpenting dari semua itu: kebebasan untuk mengejar kebahagiaan (tak lagi diperbudak oleh kemiskinan, ketidakmampuan, perbedaan rasial, intoleransi antar agama, kekerasan militer maupun sipil, dsb).

Bagaimana? Apakah ada yang mampu mencerahkan pada saya mengenai hal-hal tersebut? Tapi sebanyak apapun kita berargumen, hal-hal tersebut barulah akan terjawab dengan sejelas-jelasnya pada tahun depan, jika beliau benar-benar menjadi presiden kita.

ada satu hal pula yang harus diingat bahwa beliau itu hanyalah segelas air, tak akan mampu melepaskan dahaga dari 230 juta rakyat Indonesia. Sebagai rakyat, haruslah ikut berjuang juga. Jika tidak, air itu akan menguap juga menghadapi negara seribu pulau (kalau sepuluh ribu ga enak bacanya…) dan sejuta masalah ini (kalau sepuluh juta ga enak dengarnya…)

Author: Rain Drop

I keep walking the paveway Look up to the gray sky A drop of rain fall on my nose Will today be raining?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s