Will today be raining?

a tale of rain drop

[Review] Inception

2 Comments

Film Inception merupakan salah satu film science fiction karya sutradara Christoper Nolan, sutradara yang sama dengan “Batman : The Dark Knight”. Film ini diperankan oleh “Leonardo DiCaprio” sebagai pemeran utamanya. Artis muda “Ellen Page” juga menjadi salah satu aktris dalam film ini. Sejujurnya sangat sulit untuk melakukan review terhadap film ini, review terbaik bagi film ini barangkali hanya satu frasa : “Wajib untuk ditonton” dan sesudah itu membiarkan Anda dan imajinasi Anda bermain untuk memperkirakan plot film ini hingga Anda menontonnya sendiri. Ada kesenangan tersendiri untuk menonton film ini tanpa mengetahui sedikitpun isi cerita dari film ini.

Bila Anda tetap ingin mengetahui review dari film ini, silakan teruskan untuk membaca ke bawah.

Film ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Cobb (diperankan oleh “Leonardo DiCaprio”) yang juga adalah seorang pencuri berkeahlian tinggi. Berbeda dengan pencuri pada umumnya, pada film ini yang dicuri adalah informasi dari pikiran seseorang. Pada masa di film itu, dikembangkan sebuah teknologi bernama Inception, yakni sebuah alat untuk memasuki mimpi seseorang dan memanipulasi mimpi tersebut untuk mendapatkan informasi rahasia yang dimiliki dari orang yang dituju.

Cara kerja alat “Inception” ini adalah sebagai berikut :

Sewaktu bermimpi, otak manusia bekerja lebih cepat daripada sewaktu bangun. Hal ini menyebabkan ketika seseorang bermimpi, waktu yang dijalaninya di dalam mimpi tersebut lebih lama dibandingkan dengan waktu yang ada di dunia nyata.Perbandingan waktu yang dimiliki antara dunia nyata dan dunia mimpi adalah 1 : 12, yakni 1 detik di dunia nyata sama dengan 12 detik di dunia mimpi. Seringkali pula seseorang yang bermimpi tidak menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi sebab ia berada di bawah alam sadarnya. Seseorang yang sedang bermimpi tidak pernah menyadari mengapa ia dapat berada di suatu tempat atau kapan ia berada di tempat itu, saat ia menyadari hal tersebut, ia menyadari bahwa dirinya bermimpi.

Seseorang yang sedang bermimpi, menciptakan dunianya dari segala hal yang tersimpan di dalam pikirannya, bahkan hal yang paling rahasia sekalipun. Informasi-informasi rahasia yang dimiliki oleh seseorang akan tersimpan di dalam tempat yang paling aman di dalam mimpinya seperti “Bank”, “Kantor Polisi”, “Brankas”, “Ruangan Rahasia”, dan berbagai tempat lainnya. Tidak perlu bertanya pada orang tersebut, seseorang yang memasuki mimpi orang lain dengan menggunakan Inception, cukup “membongkar” tempat rahasia tersebut.

Orang yang memasuki mimpi orang lain dengan menggunakan Inception akan dianggap sebagai “pengganggu” oleh alam bawah sadar orang yang bermimpi. Alam bawah sadar dari orang yang mimpinya dimasuki akan memproyeksikan orang-orang yang dikenalinya sebagai orang-orang yang berada di sekitar mimpi tersebut, dinamakan dengan “shades”. Apabila alam bawah sadar menganggap bahwa orang yang memasuki mimpi tersebut berbahaya, “shades” akan berusaha untuk membunuhnya (seperti sel darah putih yang membunuh bakteri yang masuk ke dalam tubuh).

Seorang pengusaha kaya bernama Saito, yang semula menjadi target pencurian dari Cobb, menawarkan kepada Cobb sebuah misi. Berbeda dengan misi-misi Cobb sebelumnya, Saito tidak menginginkan informasi dari lawannya, namun ia ingin menanamkan informasi ke dalam pikiran bawah sadar dari lawannya tersebut. Saito memiliki saingan bisnis bernama Maurice Fisher yang sedang sakit keras dan akan meninggal sebentar lagi. Kematian saingan bisnisnya menyebabkan seluruh perusahaan milik saingannya tersebut akan diwariskan kepada anak tunggalnya yang bernama Robert Fischer. Saito menginginkan Cobb membuat Robert Fischer membubarkan perusahaan milik ayahnya. Tawaran yang diberikan oleh Saito kepada Cobb adalah kebebasan dari semua kesalahan yang dilakukannya di negara asalnya, yakni Amerika Serikat. Cobb telah melakukan kesalahan yang menyebabkannya harus pergi dari negaranya Amerika Serikat dan tidak dapat menemui anak-anaknya lagi. Terdorong oleh keinginan untuk menemui kembali anak-anaknya, Cobb menyanggupi permintaan Saito.

Cobb pun membentuk sebuah tim untuk melaksanakan misi dari Saito tersebut. Untuk melakukan inception secara baik, diperlukan seorang “arsitek mimpi”, yakni seorang yang merancang detil dalam mimpi sehingga orang yang menjadi sasaran dalam mimpi tersebut tidak menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi. Ariadne (diperankan oleh “Ellen Page”) menjadi arsitek mimpi dari rencana tersebut. Ariadne sendiri adalah nama dari putri Raja Minos  dalam mitologi Yunani yang membantu Theseus dengan memberi sebuah pedang dan benang untuk membantunya di dalam labirin, Sesuai dengan peran Ariadne dalam mimpi tersebut, yakni merancang sebuah labirin untuk sasarannya.

Misi dilakukan di dalam pesawat pada perjalanan dari Sydney ke Los Angeles yang dinaiki oleh Robert Fischer dan tim milik Cobb. Dalam misi tersebut, Cobb merencanakan untuk menanamkan informasi di tingkatan ketiga dalam mimpi. Yang dimaksud dengan tingkatan dalam mimpi adalah mimpi di dalam mimpi, yakni orang yang telah bermimpi akan dibuat untuk bermimpi kembali. Hal ini menyebabkan seseorang akan masuk semakin dalam ke alam mimpinya dan waktu yang dirasakannya juga menjadi semakin lama. Kelemahan dari cara ini adalah dibutuhkan obat sedatif (penenang) yang cukup kuat yang menyebabkan seseorang mungkin tidak akan terbangun dengan cara biasa seperti di dalam mimpi, misalnya : terbunuh. Satu-satunya cara untuk membangunkannya adalah dengan memberikan “kick”, yakni sebuah kejutan yang menyebabkan orang tersebut kaget. Contoh “kick” ini adalah seperti ketika terjatuh dari ketinggian yang sangat tinggi atau terjatuh ke dalam air, hal ini menyebabkan tubuh bereaksi secara spontan dan membangunkan orang tersebut dari mimpi. Kelemahan lain dari cara ini (mimpi di dalam mimpi) yakni alam bawah sadar akan bereaksi semakin kuat dan menyebabkan “shades” untuk lebih aktif menghancurkan orang-orang yang memasukinya.

Hal tidak terduga terjadi pada saat Cobb menjalankan misi tersebut menyebabkan dia harus masuk ke dalam tingkatan mimpi keempat. Klimaks dari film ini terjadi di tempat ini menentukan keberhasilan dari misi Cobb, kemampuan Cobb untuk melepaskan diri dari mimpi buruk masa lalunya, dan kemampuan Cobb untuk kembali ke dunia nyata.

Bingung membaca review dari film ini? Anda akan lebih bingung pada saat menontonnya. Untuk memahami waktu dari cerita ini, ingat saja bahwa setiap tingkatan mimpi menyebabkan waktu berjalan 12 kali lebih lama dari tingkatan sebelumnya. Hal ini akan membantu Anda untuk memahami alur cerita dari film ini. Tingkatan pertama adalah 12 (1 detik dunia nyata = 12 detik) kali lebih lama, tingkatan kedua adalah 144 (1 detik dunia nyata = 2 menit) kali lebih lama, tingkatan ketiga adalah 1728 (1 detik dunia nyata = 29 menit) kali lebih lama, dan tingkatan keempat adalah 20736 (1 detik dunia nyata = 6 jam) kali lebih lama. Untuk membantu memahami waktu yang terjadi, bayangkan saja bahwa di tingkatan pertama 2 jam di dunia nyata sama dengan  1 hari di dunia mimpi, di tingkatan kedua sama dengan 12 hari di dunia mimpi, di tingkatan ketiga sama dengan 5 bulan di dunia mimpi, dan di tingkatan keempat sama dengan 5 tahun di dunia mimpi.

Apabila Anda tidak terlalu suka dengan hal yang membingungkan, action dari film ini akan cukup menghibur Anda. Namun, Anda akan kehilangan kesenangan utama dari film ini, yakni mengikuti dan memahami segala intrik yang terjadi di dalamnya. Anda menyukai “The Matrix” ?, Anda akan menyukai film ini juga.

Selamat menonton😉

Rating : 9.5/10

IMDB Rating : 9.1/10

Author: Rain Drop

I keep walking the paveway Look up to the gray sky A drop of rain fall on my nose Will today be raining?

2 thoughts on “[Review] Inception

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s