Will today be raining?

a tale of rain drop

[Ciwidey] IF – 06 : Memoirs of Our Time

10 Comments

IF – 06 : Memoirs of Our Time

Kali ini aku mau cerita tentang jalan – jalan Informatika ITB angkatan 2006 pada tanggal 29 – 30 Juni 2010 ke Ciwidey!!

Untuk acara jalan – jalan angkatan ini, setiap peserta (peserta? kayak ikut lomba aja. .) diminta untuk membawa kado dengan kisaran harga dibawah 50rb, apalagi kalau bukan untuk Tukar Kado!! Celakanya, sampai H-1 aku baru ingat untuk membeli kado (H-sebelumnya ingat sih, cuma segera dilupakan dan ditunda, maklum. . deadliner. .). Maka, sama – sama dengan jt yang juga belum membeli kado, berangkatlah kami berdua ke Ciwalk untuk membeli “kado”.

Kurang lebih terjadi pembicaraan sebagai berikut . . .

Gw : mau beli apa jt?

JT : Ga tau nih, bingung juga. .

Gw : yang lain ada yang beli apa?

JT : si monnie beli ag***** tuh katanya. . .

Gw : Oh. . . Beli apa ya? Yah. . kalo bingung sih beli barang – barang iseng aja kalo gw. . hehe (mulai muncul tanduk iblisnya).

JT : Hm. . . .

Tak terasa waktu berlalu dan kamipun sampai di Griya Yogya Ciwalk. Tak disangka – sangka, ternyata disini kami ketemu anak – anak IF lain yang mau beli kado juga! Wow! Dasar deadliner semua ternyata. . hehe. . . berikut foto – foto tersangka itu :

Akhirnya muter – muter dan menilik benda – benda yang ada di Griya Yogya Ciwalk, aku dan jt pun memutuskan untuk membeli “barang – barang iseng” saja.

JT : Padahal tadi si monnie mau beli barang iseng juga tapi gw cegah, sekarang malah gw yang beli. LOL.

Gw : wqwqwq. . .

JT : Kayaknya gw harus minta maaf sama monnie neh. (dengan muka yang sangat merasa bersalah). LOL.

Yep, dan akhirnya JT pun menelpon monnie untuk meminta maaf sambil menangis tersedu – sedu akibat “pengkhianatannya” itu (lho?), yang mana malah membuat monnie kebingungan karena menerima telpon seperti itu malam – malam (kirain ada yang meninggal kali ya?).

Sampai di kamar ku, aku dan JT pun sibuk membungkus “kado” itu sedemikian rupa supaya isinya tidak tertebak. Buat yang penasaran hadiahnya apa. . . Tunggu saja nanti pas sesi tukar kado. . (evil laugh).

Acara beberes kado itu pun selesai setelah lewat jam 12. Karena mengantuk, begitu JT pulang aku pun langsung tertidur. . . (zzz. . .)

Hari – H

Aku terbangun jam 5.30 pagi. Aku pun segera mandi dan menyiapkan pakaian serta barang – barang yang akan dibawa. Tidak berapa lama kemudian sekitar jam 6, Hugo dan Pari datang. Hugo yang semula bilang mau menjemput Abe malah datang sendirian (=.=a”) (SFX : Krik, Krik, Krik). Sekitar jam 6.30 sebenarnya sudah siap untuk berangkat, namun ditunda karena beberapa pertimbangan :

1. Pasti ngaret – padahal disuruh kumpul jam 6.30 (LoL).

2. Nunggu JT (Katanya bentar lagi sampai).

3. Lapar, makan dulu

Akhirnya dengan berbagai alasan yang didasarkan pertimbangan yang sangat logis itu, kami pun menunda keberangkatan sambil menikmati nasi kuning. Tidak berapa lama, sekitar jam 7-an, JT sampai juga. Setelah siap – siap mengepak berbagai barang ke dalam mobil, kami pun berangkat menuju assembly point (macam lagi bencana aja . .) di depan kampus Gajah.

Menurut susunan acara, sebenarnya kumpul itu jam 6.30 dan berangkat itu jam 7.30. Namun, memang dasar karena alasan yang sangat logis yang kami lakukan sebelumnya, ternyata hampir semua anak IF memikirkan alasan yang sangat logis itu juga! Ada beberapa orang yang sudah datang dari jam 6.30 termasuk salah satunya monnie – “Ah, pasti mereka tidak bisa berpikir dengan logis makanya datang sepagi itu“.

Namun. . . memang dasar namanya anak IF ITB, “Ga ngaret ga goyang, ga goyang ga afdol”. Ngaretnya ga tanggung – tanggung, 2 jam lebih! Setelah hampir jam 10 barulah keberangkatan ke ciwidey dimulai!

Perjalanan ke Ciwidey diputuskan lewat jalan Tol kemudian kesana terus kesini. Aku yang harusnya supir disuruh kumpul dulu untuk pemberitahuan rute konvoy, namun yang ikut ngumpul malah Hugo. Kenapa? Aku ga kasih tahu ke yang ikut mobilku sih, cuma waktu itu aku lagi “Ngantuk” + “Masuk Angin” + “Makan Obat Flu yang bikin ngantuk” = “Malas ngapa – ngapain”. Dalam kondisi seperti itu mau nyetir ke Ciwidey! Wow! Andai mereka tahu mungkin udah pada komat kamit baca doa di belakang. Cuma karena aku ga mau mobilku ntar suasananya kayak mobil jenazah jadi ga kukasih tau. Wqwqwq.

Perjalanan ke Ciwidey pun dimulai. Perjalanan dilakukan dengan model konvoy, mobil yang satu harus mengingat mobil yang di depannya. Aku harus mengikuti mobil monnie. Sebenarnya mobil monnie ini mudah diingat dan diikuti karena terbilang cukup unik untuk mobil – mobil yang biasa dipakai orang. Ya! Mudah diingat dan diikuti, juga cukup mencolok. Namun ada satu hal yang tidak dipertimbangkan, bahwa si monnie ini punya jurus “Kage Bunshin” yang cukup tinggi sehingga dia punya banyak kembaran, sebut saja : monmon, ramon, dramon, dll. Kenapa tidak? Sepanjang perjalanan kami menemui kembaran mobilnya di kiri, kanan, depan, dan belakang, yakni “mobil kijang berwarna hijau” (buat yang bingung, bacanya : angkot).

Entah di bagian mana akhirnya kami pun terpencar. Entah bagaimana pula kami tidak melihat mobil – mobil lainnya dan tiba – tiba sudah di paling depan. Kemudian kami pun memutuskan untuk bertemu kembali. Maka terjadilah adegan ngaso di pinggir sawah sambil menikmati kopi bersama pak petani yang sedang mencangkul di samping pak kerbau yang sedang bekerja (Lho?). Seharusnya waktu itu jarak terpisah kami tidak sampai 3 menit perjalanan, namun ditunggu dan ditunggu setelah lebih dari 15 menit, mobil yang lain tidak juga tampak. Akhirnya, kami pun memutuskan untuk jalan kembali karena kami memiliki firasat mereka mengambil jalan lain yang berbeda dari kami.

Firasat kami ternyata benar! Sayang datangnya telat, karena kami sudah nunggu hampir 15 menit di pinggir jalan seperti orang yang ga ada kerjaan =.=. Akhirnya rombongan pun bertemu kembali di suatu SPBU. Semua yang sudah menahan nafsu bejat hajatnya pun langsung turun dan menuju tempat pelampiasannya masing – masing di belakang tempat – tempat yang tidak terlihat, terhalang oleh selapis tembok usang ataupun semak belukar. Aku pun hanya bisa menggeleng – gelengkan kepala melihat tingkah laku mereka. Setelah selesai, mereka pun berjalan kembali ke mobil dengan wajah yang ceria (dapat dilihat di foto di atas). Kami pun kembali melanjutkan perjalanan. Pemberhentian berikutnya adalah Situ Patengan (baca : pa-teng-gang?) !!

Begitu tiba di Situ Patengan (baca : pa-teng-gang ? – bagian ini tidak akan ditulis lagi, red), hal pertama yang kami lakukan adalah foto – foto, padahal belum tahu harus kemana dan acara berikutnya apa. Haha. Tapi kebanyakan kegiatan yang kami lakukan di Situ Patengan ini memang hanya berfoto – foto ria, sembari makan siang, dan menikmati keindahan alam.

Ada juga terjadi cinta lokasi dapat dilihat pada gambar diatas pada pojok kanan, dimana cinta lokasi pertama terjadi antara monnie dan pari. Mereka terlihat begitu mesra, duduk bersanding berdua, tertawa dengan penuh kebahagiaan. Sayang, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama karena baru beberapa jam kemudian mereka sudah berpisah. Mungkin memang dasar monnie berbakat playboy, dia pun segera melancarkan serangan pada JT, dan terjadilah cinta lokasi ke – 2. (Cerita ini benar – benar fakta hanyalah fiksi, kesamaan nama tokoh dan tempat bukanlah hanyalah kebetulan belaka).

Ada juga adegan yang mirip kawin paksa. Bisa dilihat pada bagian bawah dari gambar di atas. Sebenarnya memang bukan kawin paksa sih. . .

Meng-“quote” omongan ramon setelah selesai memoto adegan yang mirip kawin paksa itu : “Wah, biasanya kalo foto bertiga gini yang tengah mati duluan. .”

Acara lain yang kami lakukan di Situ Patengan ini adalah naik perahu menuju Batu CinTA!!

Biaya untuk naik Perahu ini sebenarnya Rp 15.000,00/orang kalau pakai pendayung (yang mana akan jadi lebih cepat perjalanannya) dan Rp 20.000,00/orang kalau dayung sendiri (lebih lama, lebih ada “sensasi”-nya, dan lebih capek tentunya. . .). Rombongan pertama pun melaju menggunakan pendayung dengan biaya Rp 15.000,00/orang. sebenarnya sih, kaga ada rombongan kedua. Pada malas, soalnya kemahalan dan cuma ngeliat batu cinta ga jelas. Tapi. . . untung saja ada “lau pan (baca : boss)” monnie yang jago nawar. Ketahuan nih bos monnie udah sering ke cung kuo, jadi udah biasa nawar ke orang (“dasar cina” – evil laugh).

Karena kemahiran bos monnie dalam menawar, biaya mendayung perahu sendiri (tanpa pendayung) yang semula Rp 20.000,00 pun turun hingga Rp 11.000,00 !! Thx to monnie, akhirnya kami pun membentuk tim pengejar (rombongan kedua). Yang uniknya dari rombongan kedua ini adalah kami dapat penumpang tambahan di tengah – tengah, jadi ada adegan tukar perahu dulu di tengah danau (coba ada adegan jatuh ke danau dulu yang lagi pindah perahu, pasti lebih seru. . . =.=).

Tujuan pertama kami (rombongan kedua) adalah tanda dilarang parkir! Padahal orang lain tujuan pertamanya itu “Batu CinTA” (sweat). Setelah puas melihat dan memandangi serta mengagumi keindahan dan keunikan tanda P Coret di tengah – tengah rerumputan di pinggir danau itu. . . kami pun melanjutkan perjalanan ke “Batu CinTA”. Ada acara digodain rombongan ibu – ibu lagi di tengah danau karena kami lambat mendayungnya (sweat). Akhirnya dengan penuh perjuangan, kami pun sampai di “Batu CinTA”.

Rencana pertama begitu sampai di “Batu CinTA” kami ingin ber-GJ ria sambil mengucapkan salam ganesha, biar kelihatan ITB gitu. . Tapi. . ternyata waktu sampai udah pada malas, capek, dan lapar. LoL. Akhirnya kami pun memutuskan untuk kembali saja, cukup melihat Batu CinTA saja dari jauh. . . Keputusan kami untuk kembali ternyata cukup tepat, karena apabila kami terlambat satu menit saja, kami akan terjebak hujan yang cukup deras. . .

Selesai dari Situ Patengan, tujuan berikutnya adalah ke tempat peristirahatan! Tujuan awalnya sih kawah putih, cuma karena keterbatasan waktu (baca : waktu = uang), akhirnya kami pun memutuskan untuk membatalkan perjalanan ke kawah putih. Perjalanan dialihkan ke PTPN (Perkebunan Nusantara) VIII, tempat kami menginap. Beberapa ada yang menginap di Villa (Prana Tirta) dan beberapa lagi di cottage. Yah, ga beda terlalu jauh sih fasilitasnya. . . Malah cottage itu ada kelebihannya, disajikan musik dangdut! Jadi ceritanya sih musik dangdut itu buat ngusir burung dari kebun teh-nya. . Kami sih ga masalah asal ga dinyalain sampai malam aja, bisa – bisa ga bisa tidur.๐Ÿ˜

Begitu tiba di cottage, hal yang pertama dilakukan oleh rombongan kami (irwan, jt, monnie, parry, fajar, stevie, arif, hugo, abe,maho) adalah belajar main citadel! “Asik – asik, ada permainan baruย  =p”. Citadel? Mungkin pada bertanya – tanya, citadel itu apa? Berikut penjelasan singkatnya. .

Citadel adalah permainan kartu dengan gaya jerman. Citadel ini memenangkan “The Dutch Game Prize (Nederlandse Spellenprijs)” pada tahun 2001.
Cara permainannya cukup sederhana, pada awal permainan setiap pemain akan mendapatkan “2 keping emas” dan “4 kartu distrik”. Setiap turn, pemain akan memilih karakter yang akan dia mainkan dimulai dari karakter Raja terlebih dahulu.
Ada 8 karakter utama yang dapat dipilih oleh setiap pemain, yakni : (1) Assasin, (2) Thief, (3) Magician, (4) King, (5) Bishop, (6) Merchant, (7) Architect, dan (8) Warlord.Selain itu juga ada set karakter tambahan seperti (9) Artist), (9) Queen, serta berbagai karakter lainnya. Angka di depan karakter menyatakan urutan jalan. Raja akan memanggil setiap karakter sesuai urutan tersebut. Setiap karakter memiliki kelebihannya masing – masing.
Pada gilirannya, setiap pemain akan mendapatkan pilihan untuk memiliki “2 keping emas” atau “1 kartu distrik” tambahan. Pemain harus berusaha untuk membangun distrik di daerah miliknya hingga ada 8 distrik yang terbangun. Pemain dapat saling menyerang distrik, mencuri, maupun membunuh (menghilangkan giliran) pemain lain. Permainan berakhir ketika ada 1 pemain yang berhasil membangun 8 buah distrik di wilayahnya terlebih dahulu (atau 7, jika ada yang membangun Belltower district). Setiap kartu distrik ada kelebihan dan perbedaannya.
Untuk keterangan lebih lanjut dapat dibaca di wikipedia.

Sayang kami tidak bisa belajar terlalu lama karena sudah disuruh kumpul dengan yang lainnya ke villa. Ternyata kami sengaja dikumpulkan disana karena panitia sedang menyiapkan permainan untuk treasure hunt! Selama menunggu treasure hunt, acara geje pun berlangsung di villa. Ada yang tidur – tiduran (bisa dilihat pas lagi tiduran, sepertinya pari di-kent*tin Abe, makanya nutup hidung, red) atau cuma sekedar duduk, ngobrol, atau nonton tv. Kebanyakan sih pada main kartu. Untungnya ramon membawa kartu Bang! jadi kami pun memainkan kartu Bang! di villa. Apa ada yang bertanya lagi kartu Bang! itu apa? Berikut penjelasan singkatnya . .

Bang! adalah permainan kartu bertema “wild west”. Bang! berhasil memenangkan “the Origin Award” untuk “Best Traditional Card Game” pada tahun 2003 dan “Best Graphic Design of a Card Game or Expansion”.
Cara permainannya cukup sederhana, pada awal permainan, setiap pemain akan diminta untuk memilih karakter (hero) yang akan dia pergunakan selama permainan. Karakter (hero) yang dipilih akan menentukan jumlah Hit Point (HP) yang dimiliki. Kemudian setiap pemain akan dibagikan role-nya (sheriff, vice sheriff, renegade, dan outlaw). Sheriff dan vice sheriff bertujuan untuk membunuh semua renegade dan outlaw, outlaw bertujuan untuk membunuh sheriff. Renegade bertujuan untuk tinggal sendirian di akhir permainan (jadi dia juga harus membunuh renegade lain). Sheriff memiliki kelebihan mendapatkan tambahan 1 Max Hit Point namun dia harus membuka role-nya sehingga sheriff ini seringkali menjadi incaran bukan hanya lawan namun juga teman (yang ingin menipu lawan atau bahkan cuma sekedar eMTe).
Pada awal permainan, semua pemain akan mendapatkan sejumlah kartu sesuai dengan jumlah Hit Point (HP) mereka.
Pada setiap turn pemain dapat menggunakan kartu yang mereka miliki sesuai dengan ketentuan untuk mencapai tujuan mereka. Setiap turn, pemain boleh mengambil 2 kartu dari tumpukan. Ada 3 jenis kartu yang mungkin dimiliki oleh pemain : (1) kartu coklat yang dapat digunakan langsung pada saat itu juga, (2) kartu hijau yang harus di-equip terlebih dahulu sebelum digunakan, dan (3) kartu biru yang merupakan kartu equip dan berlangsung selama dia terpasang.
Untuk keterangan lebih lanjut dapat dibaca di wikipedia.

Acara pun dilanjutkan dengan “Treasure Hunt!”. Seluruh angkatan dibagi menjadi kelompok – kelompok yang terpisah. Setiap team disuruh mencari harta karun berupa kartu merah dan menancapkan sebuah bendera putih pada daerah yang telah dijarah harta karun-nya. Untuk membantu pencarian, setiap team diberikan clue pada sebuah kertas. Yah, sayangnya acara Treasure Hunt – nya harus terganggu oleh hujan sehingga beberapa kelompok memutuskan untuk berhenti mencari dan berteduh saja di villa setelah mendapatkan beberapa “harta karun” (termasuk kelompokku). Kelompokku dapat “harta karun”-nya juga dari hoki + tanya bapak – bapak di dekat sana sih (ga ada larangan kan?), wqwqwq. Pemenang pertama dari Treasure Hunt mendapatkan 1 kotak strawbery, pemenang keduanya juga dapat 1 kotak strawberry cuma ukurannya lebih kecil(?). Yah, bukan hadiahnya sih yang dicari, tapi rame – ramenya.

Selesai acara Treasure Hunt, kami pun dipersilahkan untuk beristirahat, mandi, maupun menjalankan kewajiban beragama. Setelah itu kami diminta untuk kembali kumpul di villa untuk acara selanjutnya (salah satunya makan malam). Nah, pas waktu ini terjadi juga tragedi. Mobil yang kami naiki untuk kembali ke cottage nyusruk ke semak – semak karena jalan terlalu gelap. Alhasil waktu itu cukup panik juga, namun thx buat semua teman – teman yang sudah membantu, mobilnya bisa keluar juga. . .

Begitu sampai di cottage, beberapa langsung mandi sementara aku sendiri sih cuma duduk – duduk saja, rencananya mandinya nanti saja, takut kotor lagi kalau mandi sekarang (Alhasil baru mandi besok pagi sih =.=). Selesai mandi dan istirahat, kami pun bersiap – siap untuk kembali ke villa. Kami juga membawa kado untuk acara tukar kado. Setelah semua selesai, saatnya pun tiba untuk ke Villa melanjutkan acara berikutnya!

Begitu sampai di Villa hal yang pertama dilakukan adalah menyerahkan kado dan mengambil makan malam. Seusai makan malam, acara pembagian nomor undian untuk kado pun dilakukan. Sebelum acara membuka kado, ada sesi testimonial dulu. Pada sesi testimonial ini, setiap peserta diberikan kertas dengan panjang kurang lebih 1 meter. Peserta menuliskan nama mereka pada pojok bawah kertas, kemudian kertas itu pun digilir ke semua peserta. Setiap peserta menuliskan pesan dan kesan untuk pemilik kertas itu. Acara sesi testimonial ini dipimpin oleh “Mr. Dody” yang terus menerus berseru “Rotasi . . !”. Setiap pesan dan kesan hanya boleh berada di satu tempat maksimal 30 detik. Ternyata cukup capek juga menulis pesan dan kesan hingga kurang lebih untuk 50 orang di 50 kertas. .

Seusai sesi testimonial, tentunya masuk ke acara yang paling ditunggu – tunggu, pembagian kado! Kadonya ada yang kasih : buku, jam, hiasan, tempat foto, gelas/mug, dan beragam benda lainnya. Namun ada juga yang super iseng, seperti jt.

jt memberikan seperangkat alat yang dia sebut sebagai pemutih kulit, isinya : papan cuci, sabun, pemutih, sikat, serta penjepit baju. Cara penggunaannya? cukup mudah. . tinggal melakukan empat langkah yang dia sebut : Rendam, Oles, Sikat, dan Jemur, niscaya badan Anda akan menjadi semakin putih. Ada pesan di bawahnya (jika terjadi efek samping, jangan hubungi saya). Ada – ada saja. . .

Sebenarnya punyaku juga ga beda jauh sih dari punya jt. (evil laugh). Sesuai janji, disini aku akan menceritakan kado yang kubungkus malam itu. Banyak yang penasaran, siapa sih yang memberikan pada tami hadiah “peralatan bunuh diri” ? Itu gw! hahaha. yup, gw, mungkin pada ga nyangka muka alim kayak gw ternyata iseng juga. Kado peralatan bunuh diri yang gw kasih isinya kurang lebih adalah sebagai berikut : (1)ย  Tali, (2) Parutan, (3) Obat Nyamuk Baygon, (4) Paku Beton, (5) Tusuk Gigi, (6) Ember, (7) Cairan bening (Aqua biasa seh), dan (8) Oli, lengkap dengan petunjuk penggunaannya. Semoga Tami yang mendapatkannya bisa terhibur dengan kado tersebut, jangan harganya yang dilihat, tapi maknanya (Hah?? Emang maknanya apa??).

Hadiah dari camok yang didapatkan oleh monnie sebenarnya juga cukup menarik. Begitu dibuka penampakan pertama adalah kotak handphone Blackberry! Wow. . . cukup membuat ribut seluruh peserta acara. Bagaimana tidak, penampakan BB di acara tukar kado pasti lah memicu keributan. Kotak BB nya masih tersegel rapi dan waktu dibuka ada user guide (tapi emangnya ada yang mengira benar – benar dikasih BB ya? wqwqwq). Ternyata, isi kotaknya adalah sebuah handphone mainan tiruan Blackberry. Hahaha. Good luck for monnie. Salut buat camok yang membungkus kadonya dengan cukup rapi dan penuh minat, kotak yang masih disegel, user guide, diisi batu supaya lebih berat, dan sebuah handphone tiruan Blackberry mainan yang bisa mengeluarkan bunyi lagu aneh jika ditekan. Cukup lucu untuk menghibur dan mengisi rasa kebosanan. Hehe.

Seusai acara di Villa, kami pun merayap kembali ke tempat peristirahatan masing – masing. Begitu sampai di cottage, kami pun langsung menggelar permainan Citadel! Woa. . cukup seru. Sempat juga diisi dengan kemarahan sejenak karena kediktatoran dari raja jt (Thanks! Your Excellency! – “Puas?! Puas Lho?!”). Wqwqwq. Pis jt. . . .๐Ÿ˜„.

Selesai bermain, kami pun tidur. Cukup sulit mengatur tempat tidur, karena kurang tempat tidur, dan kurang selimut. Mana malam itu dingin lagi. Ada 10 orang sementara hanya ada 3 kasur dan 3 selimut. Akhirnya dengan berdesak-desakkan (1 tempat tidur 2 orang atau 3 orang, ada yang tidur di kursi) kami pun bisa melewatkan malam itu juga.

Pagi harinya. . . Rasanya malas banget untuk bangun, masih pengen tidur. Haha. Mana sulit untuk tidur karena dengkurannya Hugo lagi . . .๐Ÿ˜ (curcol)

Air di kamar mandi terlalu panas untuk mandi!! Entah mengapa di saat – saat begini aku lebih memilih air dingin daripada air panas. . . Kami juga membereskan berbagai perlengkapan yang kami bawa dan memeriksa apakah ada benda yang tertinggal (repot banget kalo baru sadar ketinggalan pas di Bandung) karena akan segera check out dari tempat itu. Selesai mandi dan beres – beres kami pun diminta untuk ke villa untuk acara pagi itu, yaitu foto angkatan. Eh, bukannya buru –ย  buru berangkat, kami malah bikin acara sesi foto narsis dulu. . . LoL. Sementara yang lain menunggu di dekat villa, kami malah foto – foto di cottage. Dan entah sudah berapa kali di panggil untuk segera ke villa. XP

Sesi main Citadel sebelumnya dan kediktatoran dari jt ternyata masih menyisakan benih – benih dendam di pagi hari itu. Permainan citadel pun diakhiri dengan penuh darah karena terjadi peristiwa pembunuhan raja diktator jt. Yang membingungkan kok Inas ikut ya, padahal dia kan ga ikut main citadel kemarin? LoL. Gapapa deh, mungkin dia juga ada dendam pribadi sama jt. hehe. Tapi tenang saja, tidak ada hewan yang dilukai kok pada acara ini, karena itu hanya ada di foto saja. Pis jt =p.

PS : 2 sesi citadel yang dimainkan yang menang gw (^>^). wqwqwq.

Acara foto – foto angkatan pun dilakukan. Pertama dimulai dengan gaya formal, berdiri dan duduk, dan kemudian dilanjutkan di tengah – tengah kebun teh. Rencana pertama adalah ingin membentuk formasi IF 06, namun karena terlalu sulit, akhirnya hanya menjadi huruf IF saja. Cukup repot dalam membentuk formasi ini, karena ada acara melompati parit segala, tapi tentu saja juga seru! Upan ternyata tidak melepaskan kesempatan pada acara foto angkatan ini (lihat pada gambar di atas), “ckckck. . . dasar upan. . .”

Perjuangan membentuk formasi IF ini tidak sia – sia, karena hasilnya cukup bagus! “Wow. . . kk. . wow..!!”

Selesai acara foto – foto angkatan, berakhirlah sudah kebersamaan IF 06 pada jalan – jalan angkatan di Ciwidey ini, kami pun segera melanjutkan perjalanan pulang!

Ada hal lucu yang ditemui dalam perjalanan pulang ke Bandung. Kami menemukan ada saingannya Mc Donald! Bedanya, yang ini namanya MH Donal. Sayang foto yang tertangkap kurang jelas, namun dapat dilihat pada gambar di atas.

Sesampai di Bandung, kami memutuskan untuk makan siang bersama dulu di KFC Dago dengan paket attack! Hehe, benar – benar sebuah memori yang tidak terlupakan. Terima kasih semuanya untuk sebuah memori yang tak terlupakan ini. =)

Di atas adalah kumpulan foto – foto pada rangkaian acara ini. Ukurannya cukup besar, yakni 2400 x 1200 atau sekitar 1,7 MB. Sayangnya, mungkin tidak terlalu jelas karena gambar itu sebenarnya adalah versi yang dikecilkan (meski tetap besar) dari ukuran aslinya yakni 12000 x 6000 (5 kali lipatnya). Kalau ada yang mau ukuran yang lebih besarnya bisa diambil di sini (rap*dshare.com, 36 MB). Dipersilakan untuk mengunduh secepatnya karena saya tidak tahu kapan akan dihapus file tersebut oleh pihak rap*dshare. ^^

NB: buat yang mau ngeliat foto – foto pemandangan di ciwidey yang berhasil kufoto, bisa dilihat di sini: [Ciwidey] Panorama.

Bang! adalah permainan kartu bertema “wild west”. Bang! berhasilmemenangkan “the Origin Award” untuk “Best Traditional Card Game”pada tahun 2003 dan “Best Graphic Design of a Card Game or

Expansion”.
Cara permainannya cukup sederhana, pada awal permainan, setiap

pemain akan diminta untuk memilih karakter (hero) yang akan dia

pergunakan selama permainan. Karakter (hero) yang dipilih akan

menentukan jumlah Hit Point (HP) yang dimiliki. Kemudian setiap

pemain akan dibagikan role-nya (sheriff, vice sheriff, renegade,

dan outlaw). Sheriff dan vice sheriff bertujuan untuk membunuh

semua renegade dan outlaw, outlaw bertujuan untuk membunuh

sheriff. Renegade bertujuan untuk tinggal sendirian di akhir

permainan (jadi dia juga harus membunuh renegade lain). Sheriff

memiliki kelebihan mendapatkan tambahan 1 Max Hit Point namun dia

harus membuka role-nya sehingga sheriff ini seringkali menjadi

incaran bukan hanya lawan namun juga teman (yang ingin menipu

lawan atau bahkan cuma sekedar eMTe).
Pada awal permainan, semua pemain akan mendapatkan sejumlah kartu

sesuai dengan jumlah Hit Point (HP) mereka.
Pada setiap turn pemain dapat menggunakan kartu yang mereka

miliki sesuai dengan ketentuan untuk mencapai tujuan mereka.

Setiap turn, pemain boleh mengambil 2 kartu dari tumpukan. Ada 3

jenis kartu yang mungkin dimiliki oleh pemain : (1) kartu coklat

yang dapat digunakan langsung pada saat itu juga, (2) kartu hijau

yang harus di-equip terlebih dahulu sebelum digunakan, dan (3)

kartu biru yang merupakan kartu equip dan berlangsung selama dia

terpasang.
Untuk keterangan lebih lanjut dapat dibaca di wikipedia.

Author: Rain Drop

I keep walking the paveway Look up to the gray sky A drop of rain fall on my nose Will today be raining?

10 thoughts on “[Ciwidey] IF – 06 : Memoirs of Our Time

  1. sayang perlengkapan kita ga difoto sebelum dibungkus…๐Ÿ˜€

  2. PERTAMAX gan!!! hehehe… wah oh ya ya? citadel 2-2nya menang lu? gw lupa๐Ÿ˜„ yg gw inget cm parry n jansen dibuli2…. wkwkwk….

  3. udah nebak ko kalo kadonya tami itu dari lo, wan..
    ckck, muka aliiim?? ahuahahahaha :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s