Will today be raining?

a tale of rain drop

[Cerpen] Sepanjang Garis Pantai

3 Comments

Sepanjang Garis Pantai


Aku berjalan di senpanjang garis pantai itu. Air laut menggerus tepian pantai, membasahi kakiku. Aku teringat setahun lalu, saat aku menangis dan meraung – raung di tepi pantai itu. Bersama dengan burung – burung di udara yang hendak pulang, menertawakan kebodohan ku di waktu itu. Siapa yang dapat menahan sakitnya cinta?

Kini aku berjalan kembali di antara garis perbatasan daratan dan lautan. Setahun telah berlalu, aku memandang ke arah matahari yang terbenam. Semilir angin menepuk pundakku, aku berbalik, sekilas kupikir aku melihat bayangmu. Kugelengkan kepalaku, “Tidak mungkin dia.. Lagipula sudah bukan menjadi masalah lagi.”

Aku tersenyum untuk pertama kalinya setelah hari itu, dengan senyum yang benar – benar penuh dengan kelegaan.

“Aku bebas!”, pikirku.

Kutelusuri sepanjang garis pantai itu, pasir – pasir putih bersih dan halus menyelinap masuk di antara sela – sela jari kakiku. Air pantai yang mulai mendingin di senja itu membasahi kakiku. Sungguh, setahun ini sudah begitu banyak kebodohan yang kulakukan, hingga aku melupakan rahmat Tuhan yang begitu indah bagiku.

Aku berjalan kembali di antara garis perbatasan daratan dan lautan itu. Di kejauhan kulihat beberapa burung air sedang bercengkerama, begitu mesra dan begitu indah. Rasa – rasanya dulu aku pernah bercakap – cakap dengan dia tentang burung – burung itu tapi kini aku sudah tidak dapat mengingatnya lagi.

“Kenangan tentangmu telah habis digerus oleh air laut sepanjang garis pantai…” bisikku.

Aku kembali melangkahkan kakiku. Wajahku ditimpa sinar keemasan dari mentari senja yang hendak terbenam. Beberapa bintang laut dan kerang tergeletak di perairan dangkal dekat dengan kakiku. Aku mengambil beberapa bintang laut dan kerang. Kulemparkan dengan sekuat tenaga bintang laut dan kerang itu ke kejauhan, kulemparkan sekuat tenaga seakan – akan hendak kulemparkan ke garis horizon terjauh.

“Kenangan akanmu kulemparkan kembali ke laut terdalam bersama bintang – bintang laut!!!” teriakku dalam hati.

Sesaat kurasakan angin yang kuat dari sisi kananku. Refleks kututup mata sebelah kananku karena debu – debu yang terbang bersama angin itu. Sebelah tangan kuangkat untuk melindungi wajahku dari terpaan angin sesaat itu. Beberapa lembar daun yang terbawa dari kejauhan menari di atas udara bersama dengan angin nakal itu. Semilir angin menari di sekitarku, meliliti tubuhku dan terbang ke atas. Kuhirup udara waktu itu hingga relung hidungku terasa penuh. Kututup mataku dan kulihat dengan hatiku jauh ke atas, di antara awan – awan berwarna keemasan hari itu.

“Kenangan untukmu kusisakan di antara angin – angin yang membawanya ke batas horizon teratas…” bisikku di antara angin itu.

Ombak – ombak pantai terkadang datang dan menghantam diriku, angin mulai kencang, laut mulai pasang. Pakaianku basah, rambutku mulai terasa lengket karena air laut, tetapi semuanya itu tidak mengurangi kebahagiaan ku hari itu. Perasaan lega yang kuterima setelah sekian lama. Kulepaskan tawaku bersama burung – burung yang terbang bersama dengan indahnya ke arah matahari terbenam. Kupandangi burung – burung itu dengan tersenyum, bayangan kuning keemasan dari matahari terbenam tercermin di bola mataku.

“Kenangan darimu kulepaskan bersama burung – burung yang terbang menuju matahari terbenam…” bisikku sambil menatap burung – burung itu.

Aku berjalan menjauh dari garis tepian pantai karena air laut yang mulai pasang. Aku berjalan hingga ke batas pasang air laut. Aku duduk dan kupandangi matahari yang secara perlahan mengucapkan selamat tidur kepada semua makhluk. Tanpa sadar setetes air jatuh tepat di hidungku. Kulihat jauh ke atas, rupanya langitpun mulai menitikkan tetesan – tetesan air hujan. Sama seperti hari itu, sama seperti saat itu, setahun yang lalu, di tempat ini.

“Kenangan bersamamu kubiarkan dihapuskan oleh tetes – tetes air hujan sepanjang hari itu….” ucapku pada diriku sendiri.

Matahari yang terbenam dan tetes – tetes air yang turun secara perlahan dan lembut, burung – burung di udara yang terbang beriringan menuju ke garis horizon, ikan – ikan yang melompat di kejauhan, suara alam yang merdu menerpa dari segala penjuru, angin yang terbang ke garis horizon teratas…. Adakah keindahan yang melebihi semua ini? Bahkan hati yang hancur pun tetap dapat merasakan keindahan dari semua ini… Karya yang indah dari Sang Pelukis Agung…

“Apa yang tersisa dari dirimu untukku? Tidak ada lagi yang tersisa bagiku untukmu..” Ucapku menutup lembaran hari itu.

Dan hari ini tidak akan pernah sama lagi dengan hari itu… Keesokan hari tidak akan pernah sama lagi dengan hari – hari itu…

Author: Rain Drop

I keep walking the paveway Look up to the gray sky A drop of rain fall on my nose Will today be raining?

3 thoughts on “[Cerpen] Sepanjang Garis Pantai

  1. hari ini memang gak seindah hari itu, tp q ykn hr esok akan lbh baik drpd hr yg lalu…^^

  2. salam kenal…

    blognya keren , artikelnya juga keren keren dan mantao mantao,,

    thanks, di tugggu kunjjungan baliknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s