Will today be raining?

a tale of rain drop

[Cerpen] Rembulan

Leave a comment

Rembulan

Malam itu langit dipenuhi awan tebal, menyembunyikan bintang – bintang dari penglihatan. Meski saat itu bulan purnama tetapi bumi terasa gelap gulita. Aku berjalan melewati malam secara perlahan. Bersembunyi dalam ketakutan, malu untuk memperlihatkan sosokku yang buruk. Sesekali aku mengintip dan langitpun menjadi terang, kemudian aku bersembunyi tetapi langit kembali menjadi gelap. Aku ingin melihat apa yang ada di bawah sana tetapi tidak ingin sosokku terlihat.

Sekilas kulihat secercah bayangan yang cantik di permukaan danau, di bawah itu, sesosok cahaya putih bersih. Awan tebal menyelimuti langit, menghilangkan cahaya dari permukaan bumi. Aku hendak melihat sosok cahaya itu tetapi tidak dapat kukumpulkan keberanianku. Aku malu jika ia melihat diriku. Secara perlahan kuintip permukaan danau itu, tetapi langit seakan menjadi musuhku, ia menjadi terang. Aku pun kembali ketakutan dan bersembunyi, dan langitpun kembali kelam.

Siapakah dia, sosok yang begitu cantik di atas permukaan danau itu? Aku hendak memandang wajahnya, aku hendak melihat sosoknya. Tetapi aku tidak berani memperlihatkan wajahku yang buruk padanya. Setiap aku ingin melihatnya, langit menjadi cerah, dan aku pun takut sosokku terlihat. Setiap kali aku bersembunyi, langit pun kembali menjadi kelam, seakan mempermainkan diriku.

Aku hendak memarahi langit yang mempermainkanku. Aku hendak melampiaskan kekesalanku yang tidak dapat melihat dirinya. Aku menimbang dan menimbang. Akankah aku dapat melihat sosoknya lagi kelak? Jangan – jangan aku tidak dapat melihatnya lagi nanti. Jangan – jangan aku tidak dapat bertemu dengan dirinya lagi kelak. Keragu-raguan memenuhi hatiku. Aku pun mengumpulkan segenap keberanianku, membulatkan seluruh tekadku. Aku keluar dari balik persembunyianku dan kulihat sosok bayangan itu. Seketika langit menjadi cerah, memperlihatkan segalanya dengan lebih baik padaku. Kulihat dengan baik bayangan itu, putih dan cantik adanya, terpantul di atas permukaan danau. Sesosok bayangan bulan purnama yang indah.

“Inikah diriku? Pantulan bayanganku sendiri? Apakah yang kukejar selama ini?”, Tanyaku dalam hati. Akupun keluar dari dalam persembunyianku. Awan – awan menjauh karena sinarku. Bintang – bintang seakan – akan ikut bertepuk tangan bersama denganku. Para makhluk di bumi bersorak menyambut kemunculanku. Lolongan serigala, Seruan serangga, Bisikan hewan melata, dan kilauan kunang – kunang di sekitar danau menyambut diriku di malam itu. Malam pertama aku menemukan siapa diriku sebenarnya.

Author: Rain Drop

I keep walking the paveway Look up to the gray sky A drop of rain fall on my nose Will today be raining?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s