Will today be raining?

a tale of rain drop

Orientasi Objek

Leave a comment

Orientasi Objek


I. Pendahuluan

Pemrograman Berorientasi Objek merupakan perbaikan dari pemrograman structural (atau disebut juga fungsional). Kelemahan dari pemrograman structural adalah kurangnya modularitas dari data yang ada. Sebuah perubahan pada sebuah data yang tersimpan menyebabkan banyaknya perubahan yang harus dilakukan pada data – data lain yang berhubungan.  Salah satu contoh permasalahan yang timbul akibat dari pemrograman structural ini adalah permasalahan Y2K yang menyebabkan kerugian materi dalam jumlah yang besar. OO memberikan sebuah metode untuk membangun perangkat lunak yang lebih kokoh (robust) dengan semakin besar dan kompleksnya sistem.

II. Konsep

Konsep I : Modularitas

Sistem berorientasi objek terdiri dari modul – modul. Modularitas adalah sebuah konsep yang menekankan penggabungan data – data dan fungsi – fungsi yang berhubungan ke dalam sebuah entitas (modul) yang sama.

Ada 2 hal yang yang perlu diketahui tentang modul :

- Untuk setiap modul yang ada, mungkin terdapat beberapa instan. Setiap instan memiliki nilai tersendiri.

- Sebuah modul berbicara dengan modul lain dengan cara saling memanggil fungsi yang ada.


Konsep II : Enkapsulasi

Enkapsulasi adalah sebuah konsep yang menekankan bahwa hanya setiap instan yang memiliki data itu sendirilah yang dapat melakukan perubahan (modifikasi) terhadap data tersebut ataupun membaca data tersebut. Konsep ini memberikan struktur yang kokoh (robust) dan menyebabkan perubahan lebih mudah dilakukan terhadap sistem.

III. Terminologi

Setiap modul pada sistem berorientasi objek disebut juga sebagai objek. Pada dunia nyata, objek memiliki 2 karakteristik, yaitu : data dan kelakuan.

Data untuk setiap objek secara umum disebut atribut dari objek. Kelakuan yang berbeda dari setiap objek disebut juga metode dari objek. Metode adalah analogi langsung dari fungsi atau prosedur pada bahasa pemograman.

Kelas adalah template dari sebuah objek. Sebuah kelas mendeskripsikan atribut dan metode yang akan ada untuk semua instan dari kelas.

IV. Kelebihan dan Kelemahan

Kelebihan

- Sistem yang dibangun lebih kokoh (robust).

- Memiliki gambaran yang lebih baik tentang dunia nyata.

Kelemahan

- Sulit untuk menggambarkan kelakuan dari sistem secara keseluruhan disebabkan oleh karena kelas adalah entitas yang bersifat low-level.


V. Tambahan

Dalam membangun sistem berorientasi objek, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab :

- Bagaimana cara mendefinisikan objek yang kita perlukan ketika melakukan perancangan sistem?

- Apa metode dari atribut yang harus dimiliki.

- Seberapa besar sebuah kelas harus dibuat.

About these ads

Author: Rain Drop

I keep walking the paveway Look up to the gray sky A drop of rain fall on my nose Will today be raining?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.